S T I K E S I N
  • Jl. Saudara Ujung No.113-129, Sudirejo II, Kec. Medan Kota
  • Time : Monday-Friday 09am-5pm
  • Phone (061-2010)

Detail Berita

Selamat Datang Di Web Informasi STIkes Indah Medan

Image

Kisah Nabi Musa A.S dan Qorun

Pada zaman dahulu dimasa kenabian Musa A.S saat memimpin Bani Israil, ada seorang pengikutnya yang sangat taat beribadah bernama Qorun. Setiap harinya ia beribadah dan tidak mementingkan kehidupan duniawi.

Meski disegani sebagai ulama karena ketaatannya akan ibadah, Qorun yang tak mementingkan dunai membuat kehidupan keluarganya pun jauh dari kata layak. Sang istri yang bernama Ilza pun sering mengeluhkan ingin kehidupan yang lebih layak.

Singkat cerita, suatu hari datang dua orang lelaki utusan Raja Gholan memberinya hadiah berupa uang emas yang sangat banyak. Qorun menolaknya dan berdalih bahwa ia tak mengenal Raja Gholan dan tak membutuhkan bantuan.

Utusan Raja Gholan kemudian berhasil membujuk istri Qorun untuk menerima hadiah tersebut. Betapa marahnya Qorun, namun ia tak tega melihat sang istri begitu bahagia. Akhirnya ia juga menerima hadiah yang diutus kedua lelaki tadi.

Saat hidupnya mulai berlimpah harta, Qorun kemudian melupakan ibadah. Terlebih sang istri yang melarang ia untuk mengunjungi Nabi Musa dengan alasan mereka hidup susah ketika menjadi pengikutnya.

Kemudian ini membuat Qorun tak pernah lagi beribadah dan semakin tenggeam dalam urusan duniawi.Sampai suatu ketika, seorang teman Qorun berkunjung dan mengingatkannya untuk bersedekat atas harta yang ia miliki sekarang.

Dengan terpaksa, Qorun mendatangi Nabi Musa untuk bertanya seberapa banyak zakat yang harus ia keluarkan. Ternyata jumlah yang harus dibayarnya begitu besar, lalu timbullah prasangka buruknya terhadap Nabi Musa.

Saat itu kemudian Qorun mulai menghasut saudagar lain untuk tidak membayar zakat, bahkan sampai tega memfitnah Nabi Musa. Melihat pengikutnya dahulu mulai berubah, Nabi Musa berdoa kepada Tuhan dan tak lama Tuhan mendatangkan azab untuk Qorun.

Qorun meminta ampun, tapi semuanya sudah terlambat. Ia beserta hartanya pun habis ditelan bumi.

Melalui cerita Nabi Musa dan Qorun di atas, Mama bisa mengajarkan pada anak untuk tidak lalai akan kenikmatan yang sudah diberikan Allah SWT. Jadilah umat Allah yang selalu bersyukur dan tak lupa bersedekah atas rezeki yang dimiliki.

Tak masalah berapa besar jumlah yang anak keluarkan, yang terpenting didasarkan niat dan ketulusan. Sebab dalam setiap rezeki kita ada bagian untuk orang lain yang membutuhkan.